Senin, 19 Desember 2011

Kultwit @rmu87 tentang Pengungkapan #risikofiskal dalam Nota Keuangan


gambar dari infokorupsi.com

1. Sejak Nota Keuangan (NK) th 2008, Pemerintah ungkap #risikofiskal.
2. Pengungkapan #risikofiskal dilandasi bahwa pemerintah menghadapi ketidakpastian2.
3. Ketidakpastian tsb dpt bersumber dr dinamika ekonomi makro maupun aktivitas2 pemerintah yg menimbulkan kewajiban kontinjensi. #risikofiskal
4. Dinamika eko. makro dpt sebabkan realisasi APBN beda dgn rencana shg berpengaruh thd pencapaian tujuan APBN #risikofiskal
5. Terealisasinya kewajiban kontinjensi merupakan #risikofiskal yg membebani APBN jika tidak diantisipasi.
6. Selain pengungkapan #risikofiskal, pemerintah mendirikan Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF)

7. PPRF merupakan unit eselon II di Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan.
8. Tugas PPRF: rekomendasi, analisis, evaluasi, dan pengelolaan risiko ekonomi, keuangan, sosial, BUMN, dan dukungan pemerintah.
9. Pengungkapan #risikofiskal punya tujuan utama transparansi dan kesinambungan fiskal.
10. 4 tujuan strategis pengungkapan #risikofiskal: kesadaran stakeholder, transparansi, akuntabilitas,& kesinambungan fiskal.
11. Stakeholder hrs menyadari bhw terdapat #risikofiskal dlm pengelolaan fiskal, mis: perubahan eko. makro thd pencapaian APBN
12. Komitmen2 pemerintah yg suatu saat bisa terealisasi, mis: penjaminan. #risikofiskal
13. Transparansi: pemerintah berusaha memberikan informasi ttg ketidakpastian yg dihadapi #risikofiskal
14. Akuntabilitas: sbg pertanggungjawaban atas ketidakpastian yg dihadapi pemerintah #risikofiskal
15. Kesinambungan fiskal: dgn pengelolaan #risikofiskal, diharapkan APBN mampu menghadapi ketidakpastian2
16. #risikofiskal dlm NK 2008 ada 12: 1) sensitivitas ekonomi makro thd APBN, 2) risiko fiskal BUMN, 3) risiko utang pemerintah...
17. 4) penjaminan pd proyek infrastruktur, 5) pensiun dan THT PNS, 6) Bank Indonesia (BI), 7) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)... #risikofiskal
18. 8) tuntutan hukum, 9) kenaggotaan pd organisasi int’l, 10) bencana alam, 11) desentralisasi fiskal, & 12) lumpur sidoarjo #risikofiskal
19. Mulai NK 2010, #risikofiskal dibagi 4 kelompok: analisis sensitivitas, risiko utang pemerintah, kewajiban kontinjensi, & desentralisasi fiskal.
20. #risikofiskal yg dilaporkan dalam NK bersifat dinamis, sesuai keadaan. Misalnya #risikofiskal Lumpur Lapindo tdk ada sejak NK 2009
21. Pengungkapan #risikofiskal dalam NK terus berlanjut hingga yg terakhir di NK 2012.

****
Nah, setelah membaca tulisan di atas, mungkin Anda akan bertanya-tanya, apakah risiko fiskal itu? Semoga  dapat saya bahas di tulisan berikutnya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda