Rabu, 04 November 2009

APBN 2010, Sebaiknya Seberapa Ekspansif?

Dari baselinescenario ada kesimpulan menarik dari studi IMF tentang dampak kebijakan fiskal, dalam bentuk stimulus, terhadap resesi.
In their retrospective study of financial crises across countries, they found that nations with “aggressive fiscal stimulus” policies tended to get out of recessions 2 quarters earlier than those without aggressive policies. This is a striking conclusion – should we (or anyone) really increase our deficit further and build up more debt (domestic and foreign) in order to avoid 2 extra quarters of contraction?
Saat ini sudah mulai ada rencana untuk kembali memberikan stimulus pada perekonomian dari APBN 2010. Berdasarkan hasil penelitian IMF di atas nampaknya perlu dipikirkan masak-masak rencana tersebut. Paling tidak karena empat hal yang harus dipertimbangkan terkait seberapa ekspansif APBN 2010.



Pertama, perekonomian Indonesia nampaknya tidak terlalu terkena dampak krisis, ditunjukkan dengan pertumbuhan yang masih positif.Kedua, peluang terjadinya krisis utang akibat negara-negara maju berlomba-lomba menggali utang untuk stimulus membuat pembiayaan defisit dengan menggenjot penerbitan surat utang negara menjadi pilihan yang kurang bijak. Ketiga, sudah mulai nampak tanda-tanda inflasi yang meningkat yang akan memaksa Bank Indonesia menaikkan BI Rate mulai 2010. Keberadaan stimulus fiskal yang dibarengi dengan kenaikan BI Rate tentunya tidak akan banyak gunanya. Keempat, kapasitas birokrasi dalam menyerap anggaran yang masih lemah mengakibatkan pembiayaan defisit dari penerbitan surat berharga negara menjadi agak mubazir.

Nampaknya sudah saatnya APBN tidak terlalu ekspansif. Defisit APBN 2010 sebaiknya dibatasi maksimal 1,5 persen dari PDB. Yang perlu menjadi fokus adalah kualitas dan timing belanja negara. Dengan demikian APBN tetap ekspansif namun kita bisa terhindar dari potensi defisit yang memburuk mengingat defisit tidak hanya disebabkan oleh pendapatan dan belanja namun juga karena realisasi contingent liabilities.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda